Doa Taubat Nabi Adam Lengkap dengan Lafaz, Arti, dan Maknanya

doa-taubat-nabi-adam-lengkap

Table of Contents

Nabi Adam `alaihissalam adalah manusia pertama sekaligus nabi pertama yang Allah ciptakan. Kisah beliau bukan hanya tentang penciptaan dan kehidupan di surga, tetapi juga tentang kesalahan, penyesalan, serta doa taubat yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an.

Doa Nabi Adam menjadi teladan penting, karena memperlihatkan sifat manusia yang tidak lepas dari kesalahan, tetapi selalu punya jalan untuk kembali kepada Allah dengan taubat yang tulus.

Kisah Nabi Adam Memohon Ampun

Di surga, Allah memberikan satu larangan kepada Nabi Adam dan istrinya, Hawa: jangan memakan buah khuldi. Namun, Iblis yang telah bersumpah untuk menyesatkan manusia berhasil menggoda keduanya. Nabi Adam dan Hawa pun tergoda dan memakan buah tersebut.

Akibatnya, mereka diusir dari surga dan diturunkan ke bumi. Namun, meskipun pernah melakukan kesalahan besar, Nabi Adam dan Hawa segera mengakui kesalahan mereka. Mereka menyesal, menangis, dan memohon ampun kepada Allah.

Allah pun mengajarkan doa taubat kepada Nabi Adam, yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 23. Doa ini menjadi bukti bahwa meskipun manusia bisa terjerumus dalam dosa, pintu ampunan Allah selalu terbuka.

Doa ini muncul setelah Nabi Adam melakukan kesalahan di surga. Untuk mengetahui perjalanan lengkap beliau sejak penciptaan hingga wafat, baca artikel Kisah Nabi Adam Lengkap.

Lafaz Doa Nabi Adam dalam Al-Qur’an

Doa taubat Nabi Adam disebutkan dalam QS. Al-A’raf: 23.

Arab:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Latin:
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Menurut Imam At-Thabari, ungkapan “zhalamnaa anfusanaa” bermakna pengakuan bahwa dosa justru merugikan pelakunya sendiri. Sedangkan permohonan “wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin” menunjukkan kerendahan hati Nabi Adam, bahwa tanpa ampunan dan rahmat Allah, manusia pasti binasa.

Doa ini juga dikenal dengan sebutan Doa Istighfar Nabi Adam, dan dianjurkan untuk diamalkan oleh setiap muslim ketika merasa bersalah atau berdosa.

 

Hikmah Doa Taubat Nabi Adam

Doa Nabi Adam mengajarkan bahwa kunci taubat adalah mengakui kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain, memohon ampun dengan tulus, dan berharap hanya kepada rahmat Allah. Dari sini kita belajar bahwa sebesar apa pun dosa yang dilakukan, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama kita kembali kepada-Nya dengan hati yang ikhlas.

Penutup

Doa Nabi Adam bukan hanya kisah sejarah, tetapi juga pedoman spiritual yang bisa kita amalkan setiap hari. Dengan mengucapkannya, kita diingatkan untuk selalu introspeksi diri, mengakui kesalahan, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Sebelum diturunkan ke bumi, Nabi Adam terlebih dahulu mengalami proses penciptaan yang penuh hikmah. Kamu bisa membacanya di artikel Penciptaan Nabi Adam

Referensi

  • Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 23
  • Tafsir At-Thabari
  • Serambinews.com: Doa Nabi Adam dan Maknanya

Gramedia.com: Biografi Kehidupan Nabi Adam dan Siti Hawa

Bagikan Artikel Ini di :
Picture of Irvan Nahrowi

Irvan Nahrowi

Irvan Nahrowi is the founder of Nusalamify.com, a platform that aims to integrate Islamic values into the digital realm.