Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena di dalamnya terdapat tiga peristiwa agung: kelahiran Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah, dan wafatnya beliau.
Secara bahasa, Rabi‘ al-Awwal berarti “musim semi pertama”. Nama ini mencerminkan kondisi alam ketika kalender Hijriah pertama kali disusun. Dalam tradisi Arab, bulan ini juga dianggap membawa kebaikan, kesuburan, dan keberkahan. Tidak heran jika umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan ini dengan penuh suka cita, terutama saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lebih dari sekadar penanda waktu, bulan Rabiul Awal adalah bulan penuh sejarah yang mengubah perjalanan dakwah Islam.
Sejarah Penetapan Rabiul Awal
Kalender Hijriah disusun pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, atas usulan sahabat untuk memiliki sistem penanggalan yang baku. Perhitungan dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi titik balik dalam sejarah Islam.
Rabiul Awal kemudian dikenal sebagai salah satu bulan yang menyimpan peristiwa besar dalam sejarah umat, baik kelahiran, perjuangan, maupun perpisahan dengan Rasulullah.
Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal
1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Peristiwa paling agung di bulan ini adalah kelahiran Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (sekitar 570 M). Tahun tersebut dikenal sebagai ‘Am al-Fil, karena terjadi peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah pimpinan Abrahah, yang digagalkan Allah SWT melalui burung Ababil (QS. Al-Fil [105]).
Kelahiran Rasulullah SAW menjadi awal hadirnya seorang pemimpin agung, pembawa risalah Islam, dan rahmat bagi seluruh alam (QS. Al-Anbiya [21]:107). Sejak kecil, beliau tumbuh dalam asuhan keluarga Quraisy, hingga kelak diangkat sebagai Rasul pada usia 40 tahun.
2. Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah
Selain kelahiran, hijrah Nabi Muhammad SAW juga terjadi pada bulan Rabiul Awal. Hijrah adalah peristiwa monumental ketika Rasulullah dan para sahabat meninggalkan Makkah menuju Madinah demi menjaga akidah dan mengembangkan dakwah Islam.
Setelah mendapat ancaman keras dari Quraisy, Rasulullah berangkat bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Dalam perjalanan, beliau sempat bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari agar terhindar dari kejaran Quraisy. Allah SWT menjaga mereka dengan cara yang menakjubkan: laba-laba membuat sarang dan burung merpati bertelur di pintu gua, sehingga Quraisy mengira gua itu tak mungkin dimasuki manusia.
Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, melainkan juga awal berdirinya masyarakat Islam yang berdaulat. Di Madinah, Rasulullah membangun masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, serta menyusun Piagam Madinah sebagai dasar kehidupan bernegara.
3. Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Peristiwa ketiga yang juga terjadi di bulan Rabiul Awal adalah wafatnya Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Beliau wafat pada usia 63 tahun di rumah istrinya, Sayyidah Aisyah RA, setelah menderita sakit beberapa hari.
Kabar wafatnya Rasulullah sangat mengguncang para sahabat. Umar bin Khattab RA bahkan sempat tidak percaya, hingga Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menegaskan firman Allah:
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu akan berbalik ke belakang?”
(QS. Ali Imran [3]:144)
Abu Bakar juga berkata kepada umat:
“Barangsiapa menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Barangsiapa menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan mati.”
Wafatnya Rasulullah menjadi akhir dari masa kenabian, tetapi risalah beliau tetap abadi: Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat hingga akhir zaman.
Makna Peristiwa Rabiul Awal bagi Umat Islam
Dari tiga peristiwa besar ini, umat Islam dapat memahami bahwa bulan Rabiul Awal bukan hanya bulan kelahiran Nabi, tetapi juga bulan perjuangan dan perpisahan dengan Rasul. Artinya, cinta kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar dengan merayakan kelahirannya, tetapi juga dengan menghidupkan sunnah, memperbanyak shalawat, dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Amalan Bulan Rabiul Awal: Cara Sederhana Menghidupkan Cinta Rasulullah di Rumah
Penutup
Bulan Rabiul Awal adalah bulan penuh makna dalam sejarah Islam. Dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah, hingga wafatnya beliau, semuanya memberi pelajaran penting tentang perjuangan, pengorbanan, dan cinta kepada Rasulullah.
Selain mengenang sejarah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan di bulan ini. Simak selengkapnya di artikel berikut
Referensi
- Al-Qur’an Surat Al-Fil [105]
- Al-Qur’an Surat Al-Anbiya [21]:107
- Al-Qur’an Surat Ali Imran [3]:144
- Tafsir At-Thabari
- Gramedia.com: Biografi Kehidupan Nabi Muhammad SAW


